AKU BUKAN PEREMPUAN PELUPA ULUNG
Mengapa kau menanyakan perihal kebahagiaan? Sedang kau saja sudah menghancurkan yang ku anggap sebagai semesta Jadi sejak hari itu, melupakanku sudah kau lakukan Bagaimana caranya? Beritahu aku, agar aku mampu melupakanmu secepat kamu melupakanku Kau beri jawaban dengan keras Memamerkan foto hitam putih atas tulisan yang kau tulis tentangnya Sanggup tak sanggup ku teruskan mengeja aksara demi aksara yang kau rangkai untuk perempuanmu saat ini Hingga aku tau bahwa tidak ada yang harus ku perjuangkan Kini, menjadikanmu utuh adalah hal tabu Jingga senja sudah tak lagi seindah dulu Saat kau dan aku duduk berdua di ruang tamu bersama ibu Padam!! Harapanku sudah padam Sudah mulai ku hapus satu demi satu runtutan dari semua kisah yang ku tulis Berharap aku bisa sepertimu Tapi Maaf Aku bukan perempuan pelupa ulung. -Suciqa-