Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2019

AKU BUKAN PEREMPUAN PELUPA ULUNG

Mengapa kau menanyakan perihal kebahagiaan? Sedang kau saja sudah menghancurkan yang ku anggap sebagai semesta Jadi sejak hari itu, melupakanku sudah kau lakukan Bagaimana caranya? Beritahu aku, agar aku mampu melupakanmu secepat kamu melupakanku Kau beri jawaban dengan keras Memamerkan foto hitam putih atas tulisan yang kau tulis tentangnya Sanggup tak sanggup ku teruskan mengeja aksara demi aksara yang kau rangkai untuk perempuanmu saat ini Hingga aku tau bahwa tidak ada yang harus ku perjuangkan Kini, menjadikanmu utuh adalah hal tabu Jingga senja sudah tak lagi seindah dulu Saat kau dan aku duduk berdua di ruang tamu bersama ibu Padam!! Harapanku sudah padam Sudah mulai ku hapus satu demi satu runtutan dari semua kisah yang ku tulis Berharap aku bisa sepertimu Tapi Maaf Aku bukan perempuan pelupa ulung. -Suciqa-

AKU HARUS SADAR DIRI

Selamat malam Kamu yang masih menggenggam hati Sebenarnya aku benci menuliskan ini Namun bagaimanapun harus ku tulis Yaa, sebenarnya aku juga malu Karena aku masih mempercayaimu seperti aku mempercayai diriku sendiri Aku hanya berencana, namun pada akhirnya aku akan mengikuti rencana Tuhan juga. Setidaknya aku menjaga hatiku untuk lelaki yang selama ini aku tunggu kedatangannya Sembari menulis runtutan kisah yang akan kita lewati bersama Aku kembali mengingat bagaimana caramu melengkapi ruas jari yang kosong Sikapnya memang sedikit membuatku kaku Kabar darinya sedikit membuat ku terbelenggu Ya setidaknya dia juga mampu menjaga hati Meski yang ia jaga bukan hatiku lagi Sepertinya bukan hatiku lagi Aku harus sadar diri. Menjalani hari tanpamu lagi Mengulang runtutan kisah untuk tidak mengadakan namamu kembali Dan satu lagi Mungkin saja kamu tidak akan pernah kembali Semoga melalui tulisan ini rindu ku sedikit terobati Karena memang sudah habis cara untuk bungkam d...