Postingan

UNTUK SUN

Sun, aku tidak.tahu lagi bagaimana aku mengekspresikan rinduku  padamu Atau rasa cemasnya tentang seberapa baik keadaanmu sekarang Aku tidak berhak mengatakan tentang perasaanku pada semesta, Untuk itu, caraku hanya dengan tetap mengadakanmu Dalam sebuah tulisan yang mereka juga baca Aku tidak ingin melupakanmu, karena biar bagaimanapun Kamu adalah kekuatanku, sampai sekarang. Semuanya masih lekat ku dengar, caramu menyampaikan masih sanggup ku hafal Entah mengapa pemilik cinta masih menyisakan semua ini, Namun jika boleh aku beberkan, semua ini tidak menyenangkan Sun, dimana pun kamu berada Dan bagaimana kabarmu dengan siapa, aku ingin, dan selalu ingin Kamu tidak pernah lupa, Bahwa aku ada disini untukmu selalu. "Kau laki-laki pemberani, tapi bagiku kau tetap matahari"  -Dariku perempuan yang berbeda -

MEMILIH HILANG

Angin senja telah membawamu pergi Dengan lembutnya menyibak jemari yang sudah saling melengkapi Menjadi lupa bahwa aku belum sepenuhnya memiliki Bahwa hati yang terisi kini mulai tersakiti Kau lebih memilih hilang, sun... Bersama senja yang kau pandang lebih indah Bersama senja yang jingga nya menyentuh jiwa Bersama senja yang mungkin membuatmu merasa bahagia Aku tidak kesal atau marah Sebab langitku mampu menampung air mata Aku tidak membenci Sebab matahariku akan selalu bahagia, meski bersama senja yang kau sebut sebagai pelita  Sun... Aku tidak apa jika memang sudah jalan nya,  Sebab, bersamamu ego bukan tujuan nya Tapi melihatmu baik-baik saja adalah tujuanku yang utama. -Dariku perempuan yang berbeda-

AKU BUKAN PEREMPUAN PELUPA ULUNG

Mengapa kau menanyakan perihal kebahagiaan? Sedang kau saja sudah menghancurkan yang ku anggap sebagai semesta Jadi sejak hari itu, melupakanku sudah kau lakukan Bagaimana caranya? Beritahu aku, agar aku mampu melupakanmu secepat kamu melupakanku Kau beri jawaban dengan keras Memamerkan foto hitam putih atas tulisan yang kau tulis tentangnya Sanggup tak sanggup ku teruskan mengeja aksara demi aksara yang kau rangkai untuk perempuanmu saat ini Hingga aku tau bahwa tidak ada yang harus ku perjuangkan Kini, menjadikanmu utuh adalah hal tabu Jingga senja sudah tak lagi seindah dulu Saat kau dan aku duduk berdua di ruang tamu bersama ibu Padam!! Harapanku sudah padam Sudah mulai ku hapus satu demi satu runtutan dari semua kisah yang ku tulis Berharap aku bisa sepertimu Tapi Maaf Aku bukan perempuan pelupa ulung. -Suciqa-

AKU HARUS SADAR DIRI

Selamat malam Kamu yang masih menggenggam hati Sebenarnya aku benci menuliskan ini Namun bagaimanapun harus ku tulis Yaa, sebenarnya aku juga malu Karena aku masih mempercayaimu seperti aku mempercayai diriku sendiri Aku hanya berencana, namun pada akhirnya aku akan mengikuti rencana Tuhan juga. Setidaknya aku menjaga hatiku untuk lelaki yang selama ini aku tunggu kedatangannya Sembari menulis runtutan kisah yang akan kita lewati bersama Aku kembali mengingat bagaimana caramu melengkapi ruas jari yang kosong Sikapnya memang sedikit membuatku kaku Kabar darinya sedikit membuat ku terbelenggu Ya setidaknya dia juga mampu menjaga hati Meski yang ia jaga bukan hatiku lagi Sepertinya bukan hatiku lagi Aku harus sadar diri. Menjalani hari tanpamu lagi Mengulang runtutan kisah untuk tidak mengadakan namamu kembali Dan satu lagi Mungkin saja kamu tidak akan pernah kembali Semoga melalui tulisan ini rindu ku sedikit terobati Karena memang sudah habis cara untuk bungkam d...

AKU SAMA SEPERTIMU, TUAN

Aku tidak menganggapmu sebagai kisah yang menyedihkan Meski iya pada satu bagian Tetap aku akan mengimbangi nya dengan cara memahami Lalu, aku harus bagaimana lagi? Maaf aku lancang! Selalu mengganggumu pada jam yang menurutmu lebih penting daripada bertukar kabar Kau mungkin sudah merasa menang Karena sudah menaklukkan salah satu hati perempuan yang kau pikir akan menjadi penenang di segala situasi Aku sudah mencobanya, untuk menjadi apa yang kau ingini Meski di suatu bagian, aku ingin sekali mengatakan sejujurnya Tapi aku takut, jika pertikaian yang akan terjadi, lalu, menjadikan kita lebih jauh dari ini Aku mencoba menghubungi kembali dengan harap ada sedikit waktu untuk bertukar kabar. Bahkan aku menahan kantuk untuk bisa bersua denganmu Namun, kerap aku mencobanya pengabaian yang ku dapatkan Aku memang tidak sempurna Aku sama sepertimu Ada banyak hal yang ingin ku ceritakan Ada masalah dalam hubungan kita yang harus di selesaikan Jika kamu terus menutup d...

SIAPALAH AKU BAGIMU

Gambar
Semuanya terasa jauh... Orang-orang yang ku sayangi sepenuh hati, perlahan hilang dari lekung lenganku Terlebih, jika hujan sudah menghujam permukaan bumi Semuanya nampak jelas... Kau ingat? Saat kita berdua memasuki tempat yang menurutku begitu ramai, kamu tidak segan untuk menggenggam tanganku agar tidak jauh dari mu. Semuanya nampak seperti film tiga dimensi yang sedang memutar adegan serupa. Tapi sayang, pemeran nya bukan lagi kau dan aku Sebagian dari itu, aku masih menyimpan beberapa harapan denganmu yang ku pikir, aku bisa menuliskannya dalam catatan digital ku. Tapi rasanya, aku tidak pantas untuk menulis semua tentangmu pada tulisanku Sebab, siapalah aku bagimu.. -Suci QA-